Menghitung hari untuk Anas

Benar ternyata bahawa di dalam politik itu tidak ada kawan atau musuh abadi, yang ada hanyalah kepentingan individu, kelompok kecil dan kelompok besar (baca: Partai) yang abadi.
Menarik mengikuti perjalanan Anas mulai dari saat kongres yang kemudian di menangkanya sampai Anas terjerat kasus wisma atlit. Dari perjalanan ini kita dapat mengamati tingkah laku para politisi Demokrat, baik Tim Anas saat kongres maupun lawan anas.
Tak perlu kita urai satu persatu individu-individu tersebut dengan manuvernya dari waktu kewaktu, toh bagi kita yang setiap hari membaca berita di berbagai media pasti sudah mahfum dengan semua itu.
Dari apa yang kita baca dari berbagai pemberitaan kasus yang melibatkan para petinggi partai demokrat tersebut, dapat kita prediksi bagaimana nasib Anas selanjutnya. Banyak orang tak yakin bahwa pengakuan dari peserta kongres bahwa ia menerima sejumlah uang dan Black Berry Gemini dari tim Anas saat kongres adalah murni pengakuan berdasarkan hati nurani. Besar kemungkinan semua itu hanyalah intrik orang-orang dalam demokrat sendiri, demi tujuan keuntungan pribadi atau kelompok yang berseberangan dengan Anas, atau mungkin bisa saja termasuk juga didalamnya orang-orang yang sebelumnya mendukung kini berbalik arah, karena sudah bisa membaca apa yang akan terjadi kedepan.
Banyak orang memprediksi anas akan lengser dari kursi ketua umum demokrat. Terbukti bersalah atau tidaknya Anas di pengadilan tidak akan menolong Anas untuk tetap menduduki jabatanya saat ini.
Jadi nasib Anas di partai Demokrat tinggal menghitung hari.
Bagi kita rakyat yang mengikuti perkembangan kasus ini hanya bisa mengurut dada, melihat rusaknya mental dan ahlak para politisi kita, bagaimana tidak miris kalau orang sekalem Anas atau perempuan secantik angie bisa melakukan perbuatan yang kurang atau tidak terpuji, okelah korupsinya memang belum terbukti, tapi kebohongan-kebohongan mereka terlihat nyata, Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari kasus ini.








amiiinnn… semua itu pelajaran buat kita…..
[Reply]
itu artinya bohong besar iklan partai demokrat yang ngatain “tidak untuk korupsi”, eh ternyata mereka harus menelan ludah sendiri. kalo gak untuk kepentingan pribadi ya gak ada yang beginian di dalam tubuh partai.
[Reply]
manusia memang gila harta dan kekuasaan.
[Reply]
mendingan anas mundur aja deehhh…. insya alloh kamu tidak akan melarat dan tidak makan ! kamu mau berapa tahun sih umur lo ?
[Reply]
itulah politik……tidak ada kata kawan sejati dalam kehidupan politik. hampir semua anggota dewan bobrok moralnya melebihi bobroknya moral bajingan2 yg nyata ( copet, maling dlsbg.nya ). anas yg anak seorang kiai cukup terpandang di kotanya Blitar juga sama bobroknya dengan anggota2 dewan bobrok yg lainnya
[Reply]
World is shaken by previous economical crisis. High school students are confused just about that because costs for Architecture Essay are higher. Nevertheless, there are academic writing experts, who don’t require very high costs for academic essays.
[Reply]
Pak Sekjennya Partai Demokrat itu kemana saja sih! Koq sepi-sepi saja! Bener-bener putra mahkota pingitan!
[Reply]
partai itu organisasi politik, sedangkan politisi adlah orang2 yg berkecimpung di bidang politik dlm suatu partai. alangkah lebih bijaksananya jika opini kita itu terpisah antara partai dgn politikusnya. kebanyakan yang menyipang itu bukan partainya melainkan adlh oknumnya. orang di partai demokrat blm tentu semuanya korup/bertabiat buruk. partai lain juga begitu. mari kita kontrol image kita trhadap sesuatu hal
[Reply]
At our good article distribution services customers will be able to select the most fitted link building packages in order to suffice your needs.
[Reply]