Korupsi tak akan ada matinya, jika…

Korupsi memang tidak ada matinya, kenapa bisa demikian? Sekarang mari kita intropeksi diri. Ketika ada politisi yang memberi uang kepada masyarakat seperti untuk membangun mesjid, sumbangan kegiatan sosial kemasyarakatan ketka si politisi tersebut sedang berlaga di panggung politik untuk meraih jabatanya, baik sebagai anggota legislatf maupun eksekutif pernahkah kita berpikir dari mana uang itu di dapat?
Lalu pernahkah kita hawatir bahwa uang yang mereka bagi-bagikan tersebut suatu saat setelah si politisi tersebut menduduki jabatan yang sedang di perjuangkan untuk di raihnya dengan mengandalkan uang tersebut, akan beupaya agar modalnya tersebut kembali dan mendatangkan laba? Saya yakin ke hawatiran di atas kadang muncul dari sebagian kecil masyarakat, tapi tetap saja pemberian itu di terima karena faktor kebutuhan bersama.
Adakah yang tidak mengenal istilah serangan fajar ? Yang saya amati di lapangan begitu banyak masyarakat kita yang menantikan moment serangan fajar tesebut, memang dari yang saya amati tidak semua orang yang menerima bingkisan serangan fajar tersebut memilih orang yang memberi, tapi tentu saja kita mahfum dari situlah bibit korupsi di tanam.
Begitu banyak pula para aktivis yang sebelumnya berteriak anti korupsi, di kemudian hari setelah dia menduduki suatu jabatan orang tersebut korupsi juga. Begitupun kalau keluarga kita yang menduduki jabatan politis mulai kaya raya, adakah rasa hawatir dan tanda Tanya jangan- jangan kekayaanya di dapatkan dengan jalan yang tidak semestinya? yang terjadi malahan sebaliknya terkadang kita ikut bangga dan menikmatinya.
korupsi itu akan tetap subur Sepanjang kita masih maruk dengan segala jenis materi, karena sikap serakah dan maruk itu sesungguhnya adalah bahan bakar pembangkit korupsi. Terkadang saya merenung, seandainya suatu saat saya di uji Tuhan dengan sebuah jabatan yang basah, akankah saya bertahan untuk tidak korupsi? terus terang saya sendiri tak yakin bisa tahan godaan, maka dari itu semoga saya tidak dapat kesempatan itu. Banyak orang bilang bahawa korupsi hanya akan berkurang jika, kita semua menjalankan ajaran agama dengan benar, dan saya sepakat dengan pendapat tersebut.
Gamabar di ambil dari sini
Baca juga :
Lebih baik mundur darai pada di pecat setelah masuk bui
Berpihak pada rakyat kenapa takut?








jauhi korupsi dari hal terkecil dulu ya pak
[Reply]
saya sepakat bahwa dengan bekal agama yang baik, seorang pejabat tidak akan korupsi.
[Reply]
sangat suka dengan tulisan mang Jazi yang ini
[Reply]
jangan pernah makan sepeserpun uang hasil korupsi krn itu akan membusuk dlm tubuhmu dan otakmu shg perilaku korupsi tdk akan pernah bisa lg dihentikan, namun bila tdk prnh sepeserpun mengorupsi uang hak org lain, atau trima uang suap maka insya 4JJI akan bersih seluruh isi tubuhmu, cara bicara dan perilaku jg penuh tanggungjawab sesuai perkataan yg prnh dikeluarkan, mjd manusia yg amanah apa yg dilakukan sesuai dgn yg dikatakan
[Reply]
iya yg penting itu kejujuran individunya pak, didikan & ajaran dari keluarga jg sangat penting, sepeti minggu lalu contohnya karena terburu2 saya meninggalkan ipad saya d toilet bioskop di jakarta , setelah ingat saya cari2 & menanyakan ke petugasnya & tidak ada laporan orang menemukan barang karena ada cctv di depan toiletnya saya meminta untuk melihat apakah ada org yang mengambil & yg mengenaskan ya anak cewe di dlm cctv itu kegirangan nunjukin ke teman2nya dia menemukan ipad & langsung dimasukan ke dlm tasnya pdhal dilihat dr pakaiannya juga seperti org kaya; dari hal terkecil pelajaran jika menemukan barang yang bukan miliknya & mengembalikan / melaporkan ke petugas terdekat saja tidak bisa; moral org jaman skrg menemukan barang 7juta saja nga mau mengembalikan apalg bs mendapat lebih ????
[Reply]
KORUPSI ….he he he, tak ada matinya selagi segala sesuatu dimulai dengan UANG. contoh : mau jadi PNS pake DUIT, biarpun pemerintah sudah terapkan tanpa DUIT, kenyataan dilapangan/didaerah masih pake DUIT, begitu juga mau duduk diparlemen/jadi anggota DEWAN YG TERHORMAT, kampanye sana sini dan suap masyarakat dengan modal 10000/orang cuma utk disuruh teriak teriak salah satu PARPOL janji sana sini. setelah mereka di SUMPAH dengan kepercayaan mereka masing masing barurah mereka bereaksi. KALAU MENURUT SAYA YANG MASUK JADI PNS/TNI/POLRI ATAU ANGGOTA DEWAN bukannya melayani masyarakat tetapi MENJARAH UANG RAKYAT, jadi sepatutnya mereka semua bukan nya mau jadi PNS/ANGGOTA DEWAN tapi mau jadi MALING. alias RAMPOK
[Reply]
mulai saat ini kalau PEMILU tidak usah lagi pergi ke TPS - TPS tak ada gunanya, PERCUMA SAJA, BUANG-BUANG waktu saja, toh yang kita coblos CALEG eh salah tapi MALING, kalaupun PEMILU cukup pemilihan KEPALA DAERAH SAJA ATAU PRESIDEN. Jadi para kepala daerah atau presiden biar rakyat saja yang menilai. layak atau tidak layak, PEMILU LEGISLATIF BUANG - BUANG UANG RAKYAT SAJA, MENDINGAN UANG YANG TRILIUNAN TERSEBUT sangat cukup untuk DIGUNAKAN membantu rakyat kecil.
[Reply]
Kantor saya BAPETEN kepalanya org PKS sestamanya PKS juga …tapi mereka tetap mengangkat bawahan2 yg ternyata juga koruptor, setidaknya mereka harusnya bisa mencegah hal tsb…….berlaku tidak adil, zaliim, mementingkan keinginan mereka sendiri, RASIS, pokoknya tidak disangka dan sangat disayangkan mereka seperti itu. yg KORUPSI Dinaikan jabatannya…yg tidak bersalah n tidak memeihak korupsi di injak sampai lumat…mereka mereka selalu syolat berjamaah termasuk korupsipun berjamaah…..SEBUAH IMPLEMENTASI DALAM SENDI KEHIDUPAN !!! so…jangan tertipu wajah Alim kening legam krn syolat, jangn tertipu penampilan berdasi ….di negeri ini KORUPSI itu HALAL….
[Reply]
korupsi bagaikan penyakit jamur, jika tidak diobatin pe akar kan terus melebar….
[Reply]
realita hidup konsumtif di zaman sekarang ini.
[Reply]
hukuman mati bagi koruptor lebih tepat di Indonesia ini. penyakit korupsi harus dibasmi dengan hukuman mati.
[Reply]
Selama model pemberantasan korupsi masih spt sekarang ini, korupsi tidak akan mati. Yang mati cuma sebagian kecil koruptornya (itupun cuma setengah mati), korupsinya bak ilalang yg tumbuh di musim hujan. Harusnya ada semacam “cut off”, yg dulu biarlah berlalu, yg penting ke depan… Pemerintah harus fokus supaya di masa yg akan dtg tidak ada lagi korupsi. Dibutuhkan kejujuran dan kebesaran hati untuk itu. Paling tidak, yg belum sempat / tidak korupsi harus berlapang dada. Kejujuran bahwa di masa lalu masyarakat kecil pun scr tdk langsung turut menyuburkan korupsi. Lebih bermanfaat untuk rakyat mencegah korupsi daripada menghukum koruptor. Dan, fokuskan lagi ke hal2 yang langsung bersentuhan dengan rakyat, misal pelayanan perizinan, sim, ktp, sertifikat tanah, akte kelahiran, sekolah, pelayanan kesehatan dll. Yg sdh terlanjur korupsi disuruh pilih, bayar pajaknya atau diusut dan diadili.
Pemberantasan model KPK sekarang ini hanya menggemukkan pengacara, tapi gak ada manfaatnya sama sekali buat rakyat. Sama sekali tidak! Itu hanya ajang memanjakan naluri balas dendam.
Memangnya kalau duit kasus century kembali akan membuat bbm, beras jadi lebih murah? biaya sekolah lebih murah? biaya kesehatan lebih murah? jalan jadi mulus semua? pelayanan di pertanahan lebih cepat dan murah?
Ahhh….betapa bodohnya bangsaku ini….
[Reply]
Tuuuuulll…..Karena korupsi sudah berakar dab bergenari turun temurun….oleh karenanya harus dan sangsi penjerahan tanpa remisi sama sekali yaitu berupa hukuman seumur hidup atau mungkin hukuman mati dengan menggunakan UU Darurat karena dapat dianggap bahaya laten….yang menyengsarakan seluruh rakyat Indonesia sampai hidup dibawah garis kemiskinan….betulkah..begitu….lihat saja fakta-fakta yang terjadi dengan membuka mata lebar-lebar……….
Sebagai solusinya….perlunya dibuat UU anti Korupsi yang tegas dan berat sangsi hukumanna….dengan diiringi pembentukan moral yang sedalam-dalanya….dengan pengimplementasian……..mensejahterakan rakyat Indonesia yang berkmamuran…..
[Reply]
Udahlah, mulai dari diri sendiri aja dulu. Bisakah kita hidup tanpa korupsi? Kamu pegawai kantor, bisakah kamu jadi kelompok 85 yang efektif (datang jam 8 pulang jam 5, gak pernah main, gak pernah lalai, gak pernah telat, gak pernah baca-baca koran di jam kerja, gak internetan di jam kerja, gak pulang makan sampai jam 3)? Kamu pengguna jalan, bisakah kamu gak memakan hak pengguna yang lain? Tertib di lampu merah, gak menggunakan trotoar untukmotor, gak melawan arus, gak main serobot sana srobot sini gak mau antri, gak parkir sembarangan, gak mutar di U-turn dicoret, dsb. Kamu guru, kamu pengusaha, kamu siapa aja. Bisakah kita hidup tanpa korupsi? Sampai sekarang sih, kalo kita jujur, jawabannya adalah TIDAK! KITA TIDAK BISA HIDUP TANPA KORUPSI! Sedih banget ya …
[Reply]
hemmh,,korupsi itu terjadi karena memang situasi dan kondisi yang memungkinkan,,,saya juga setuju kalau saya di berikan jabatan yang basah saya juga mungkin bisa korupsi,,,intinya agama yang kuat,,,thanks buat share nya
[Reply]
dari zaman manusia diciptakan udah ada yg namanya tamak
dan tamak itulah yg mengakibatkan korupsi ada
saya sendiri pun pasti seorang koruptor
[Reply]
lebih bagusnya negara indo di tambahkan satu lagi hukuman yaitu hukuman MATI bagi para KORUPTOR yang hidupnya bermewah-mewahan dengan UANG rakyat,,,dan juga buat pembunuhan tak bersalah,,,
kalau tanpa hukuman MATI siapa pu PRESIDENnya negara indo ini tetap seperi begini terus……………………..
[Reply]