Wisata sejarah Banten: dari Keraton Kaibon sampai Tasik Kardi
Hari minggu kemarin tanggal 17 Maret 2011, pagi-pagi dua anak saya mengajak saya jalan-jalan ke alun-alun kota serang, yang setiap hari minggu memang ramai di kunjungi masyarakat kota serang baik untuk berolahraga atau sekedar sarapan bahkan belanja, karena tiap minggu pagi alun-alun kota serang juga di penuhi para pedagang berbagai jenis pakaian dan juga makanan.
Pagi itu sayapun menuruti keinginan anak-anak untuk jalan-jalan, tapi pagi itu saya tidak membawa mereka ke alun-alun, melainkan Ke Banten lama.
Hari itu tempat pertama yang saya kunjungi adalah puing-puing bangunan keraton Kaibon, di situ saya mengajak anak-anakmengelilingi sudut demi sudut bangunan keraton yang tersisa.
Keraton Kaibon ini dihancurkan oleh pemerintah belanda pada tahun 1832, bersamaan dengankeraton Surosowan. Asal muasal penghancuran keraton, adalah ketika Du Puy, utusan Gubernur Jenderal Daendels(Heraman willem Daendels)meminta kepada Sultan Syafiudin untuk meneruskan proyek pembangunan jalan dari Anyer sampai Panarukan, juga pelabuhan armada Belanda di Teluk Lada (di Labuhan). Namun, Syafiuddin dengan tegas menolak. Duh Puy sang utusan Di bunuh oleh Adpati Pangeran Wargadiraja, mayat du Puy di seret menuju sungai dan di tenggelamkan , mengetahui hal itu daendels pun marah, daendels meyakini Sultan mengetahui dan membiarkan terjadinya pembunuhan tersebut, karena kejadian tersebut daendels marah besar danahirnya keraton sorosowan dan kaibon pun di hancurkan.
Disisa bangunan keraton Kaibon, masih tersisa gerbang dan pintu-pintu besar yang ada dalam kompleks keraton. Pada keraton Kaibon, setidaknya kami bertiga masih bisa melihat sebagian dari struktur bangunan yang masih tegak berdiri. Sebuah pintu berukuran besar yang dikenal dengan nama Pintu Paduraksa (khas bugis) dengan bagian atasnya yang tersambung, tampak masih bisa dilihat secara utuh..
Setelah puas mengelilingi Keraton Kaibon perjalanan kami lanjutkan ke Benteng Speelwijk, melewati keraton surosowan, museum Banten yang pagi itu masih tutup, dan mesjid agung Banten yang sepagi itu telah rame di kunjungi para penjiarah.
Di Benteng Speelwijk pagi itu ramai oleh anak-anak yang sedang bermain bola, baik di luar dan juga di dalam Benteng.
Benteng Speelwijk didirikan oleh Belanda pada tahunPada 1585 diatas reruntuhan benteng kraton kesultanan Banten. Benteng ini dirancang oleh seorang arsitektur yang sudah masuk Islam dan menjadi anggota kesultanan yang bernama Hendrick Lucaszoon Cardeel. Nama Speelwijk yang melekat pada benteng itu untuk menghormati Gubernur Jenderal Cornelis Janszzon Speelman.
Di depan Benteng Spelwijk terdapat pula bangunan bersejarah Vihara Avalokitesvara yang hanya di batasi oleh sungai. Dan hari itu kami sempatkan mampir di vihara tersebut.
Vihara Avalokitesvara di bangun oleh sultan Banten Syeh Syarief Hidayatullah pada abad ke 16 m. Konon Saat itu Syeh Syarief Hidayatullah menikahi seorang putri Tiongkok. melihat bahwa ada banyak perantau dari Cina yang membutuhkan tempat ibadah. Maka kemudian Beliau berinisiatif untuk membangun sebuah vihara untuk tempat peribadatan umat Budha pada masa itu, vihara tersebut kemudian diberi nama Vihara Avalokitesvara.Vihara itu di bangun untk menghormati keberagaman, Vihara di bangun tidak jauh dari Mesjid Pecinan Tinggi yang kini tinggal menaranya saja.
Mesjid Pecinan Tinggi
Dari Vihara perjalanan kami lanjutkan menuju Tasik kardi melewati Mesjid Pecinan tinggi, di perjalanan menuju tasik kardi kami menemukan Sebuah bangunan yang bernama Pengindelan Abang.
Pengindelan Abang
Pengindelan Abang adalah sebuah bangunan yang berpungsi untuk menyaring air yang dialirkan dari tasik kardi menuju keraton. Selain pengindelan abang sebenarnya masih ada penyaringan lain yang bernama pengindelan putih dan pengindelan Emas, hanya saja kami tidak melewatinya. Karena letaknya memang berjauhan.
Tasik Kardi pagi itu masih sepi, namun di jalan yang melewati tasik kardi tampak sudah rame, puluhan bus tampak melewati jalur tasik kardi menuju Banten lama.

Tasik kardi
Pesawahan yang di aliri air dari tasik kardi
Tasik Kardi adalah Danau buatan yang di buat oleh Sultan Maulana Yusuf untu keperluan memenuhi kebutuhan air masyarakat, baik untuk pengairan sawah maupun buat keperluan sehari-hari, Air dari tasik kardi berasal dari sungai ci Banten. Dari tasik kardi air di alirkan ke sawah-sawah penduduk dank e keraton dengan pipa yang terbuat dari tanah melalui proses tig kali penyaringan, yaitu penyaringan di pengindelan Abang,pengindelan Emas dan Pengindelan Putih.
Di tengah danau buatan tersebut di buat pula pulau buatan sebagai tempat peristirahatan keluarga Sultan.
Setelah puas berkeliling dari mulai Keraton kaibon, Benteng Speelwijk, Vihara Avalokitesvara, mesjid pecinan , pengindelan Abang dan tasik kardi, ahirnya kamipun pulang kembali ke Serang melewati jalan yang ke pelabuhan Karangantu.
Perpaduan antara Benteng Speelwijk , vihara avalokatisvara, keraton Kaibon, Mesjid agung Banten, Musium, pelabuhan karangantu, Tasik kardi, Situs Pengindelan Abang, pengindelan putih dan pengindelan emas akan menjadi tempat tujuan wisata sejarah , religi dan alam yang akan banyak di kunjungi jika di promosikan dengan baik. Di sinilah mungkinblooger harus berperan untuk turut mempromosikan tempat-tempat tjuan wisata tersebut.
Sedikit evaluasi buat pengelola wisata Kawasan Banten lama, alangkah menariknya jika, di buat satu paket wisata Banten lama yang memadukan wisata sejarah,wisata religi dan wisata alam, sehingga para wisatawan mendapatkan manfaat lebih dari kunjungan ke wilayah tersebut agar nantinya akan selalu ingin datang lagi ke tempat tersebut.
Apalagi kalu paket wisata tersebut di perluas lintas kabupaten di wilayah Banten, karena di wilayah kabupaten tertentu masih ada daerah wisata yang sangat indah, tapi tak ada pengelolaan yang serius, seperti kawasan wisata Sawarna di kabupaten Lebak misalnya.
Semoga pemerintah dalam hal ini Dinas Budaya dan parawisata lebih kreatif dalam mengemas paket wisata dan mempromosikanya dengan gencar melalui berbagai media termasuk media Blog bekerja sama dengan para Blogger.
Comments (16)










jadi tambahn ilmu nih pak, sejarah banten
info menarik dan juga slam kenal buat admin blog
ternyata banten juga ber-keraton dilihat dari foto-fotonya kok kayaknya tempatnya sepi dengan rerumputan yang subur
Bersejarah banget ya om tempatnya, menambah wawasan pelajaran sejarah nih..
jadi nambah ilmu pengetahuan
makasih info nya.
Banten punya sisi pesona yang menakjubkan, sayang marketnya kurang, makanya kita musti sama2 memajukan dan promosiin mang
thanks infonya. sebagai warga banten sy sendiri blm begitu banyak tau ttg peninggalan bersejarah d banten
mantapp… bermanfaat banget infonya… jadi pengen menjelajahi kota tersebut…
Banten sangat mempesona
Seandainya keratonnya masih ada, betapa indahnya.
Tapi itulah orang Banten, harga diri melebihi apapun.
Daripada dijajah Belanda lebih baik hancur.
Mungkin satu-satunya kraton kerjaan Islam di Jawa yang hancur karena sultan tidak mau bekerjasama dengan Belanda.
Banten memang menympan banyak sejarah sejak kerejaan tertua di Indonesia ” Salakanagara “. Sayang sekali Situs kesultanan Banten kurang terawat dengan baik seperti tempat bersejarah lainnya.
sultan banten syech sarief hidayatullah yah ??berati dia merangkap tugas sebagai sultan di cirebon dan jadi waliyullah (sunan gunung djati) ???
keliatannya sepi pengunjung ya gan ??
terima kasih ulasannya, menambah wawasan saya,
Selain untuk alternatif wisata keluarga sekaligus mengenalkan sejarah budaya kepada anak-anak jadi tidak hanya permainan di mall2 yang mereka tahu,
Terimakasih infonya, nice article